Showing posts with label jemparingan. Show all posts
Showing posts with label jemparingan. Show all posts

Wednesday, August 9, 2017

Gladhen Panahan Tradisional Jemparingan

Panahan Tradisional Jemparingan 


Photo by p"Nonon
( Jogja Archery) - Gladhen atau Latihan Bersama, Jemparingan di Paseduluran Langenastro TIAP Rabu Legi kemarin kembali digelar, dan dihadiri banyak peserta lengkap dg pakaian Jawa PLUS hidangan unik dari Bu RT :D

Bertempat di Sasana Jemparingan LANGENASTRO, acara yang selalu dinanti tiap 35 hari sekali ini dimulai TEPAT pukul 15.30 WIB sampai Magrib. Untuk ukuran Paseduluran LAngenastro, istilah Jam Karet TIDAK BERLAKU... acara tetap dimulai walau baru 5-6 orang yg hadir. JOSSS !!!


# porda DIY



Tuesday, August 1, 2017

Panahan Jemparingan PORDA 1 Agustus 2017 - www.Jemparingan.Com

Panahan Jemparingan PORDA 2017



Toko Kris-panahan Jogja - Ronda Panahan Tradisional / Barebow kemarin (1 Agt 2017) di lapangan Canden Bantul meninggalkan kesan ISTIMEWA bagi kontingen PERPANI KOTA Yogyakarta.

Meski awalnya, panahan tradisional PRIA TIDAK dipertandingkan, setelah dievaluasi akhirnya jadi diadakan, walaupun hanya kelas perseorangan. Berbeda halnya dg kategori panahan tradisional PUTRI yg dipertandingkan secara perorangan dan beregu.

Juara 1 Barebow Pria : Marno (Bantul)
Juara 2 : Nedi (PERPANI KOTA Yogyakarta)
Juara 3 : Sabam (PERPANI KOTA Yogyakarta)
.
.

-

Friday, June 23, 2017

Jemparingan di kraton Mataram Ngayogyakarta - www.Jemparingan.Com

MATARAM


.
Kasultanan Mataram Ngayogyakarta Adiningrat memiliki budaya panahan yg tekniknya khas sejak Sultan Agung memerintah di Mataram. Bahkan busur-gendhewanya menjadi salah-satu pusaka di kraton Yogyakarta, bernama Kanjeng Kyai Ampilan.
.

>> Panahan = jemparingan

.

Panahan di bumi Mataram dikenal juga dg istilah Jemparingan (bahasa krama-inggil). Pada jaman dahulu dipakai untuk membela-diri, berburu binatang, berperang, dll. Uniknya, cara memanah jemparingan adalah dg memegang busur gendhewa secara melintang / horisontal; dan jemparing / anak-panahnya ditarik ke depan dada. 

Saat Sri Sultan HamengkuBuwono ke-1 mendirikan Kasultanan Ngayogyakarta, panahan menjadi salah-satu mata pelajaran di Sekolah TAMANAN, sekolah yg Beliau dirikan di dalam keraton Yogyakarta.

Jemparingan yang awalnya untuk berperang, kemudian diubah menajdi alat /sarana untuk pembentukan karakter (character-building) warga Ngayogyakarta Adiningrat.
.

Ada beberapa gagrag / gaya jemparingan di Yogyakarta :

Teknik jemparingan gaya lama, busur dipegang secara horisontal, mengincar wong-wongan / boneka jerami / bandhul TANPA diincar dg mata, melainkan dg mata-hati / rasa (baca: roso).

Itu sebabnya, jemparingan / manah, lebih dikenal sebagai olah-rasa dibandingkan sekedar olahraga / fisik.


Foto ini saya ambil saat Pengenalan jemparingan-mataraman gagrag MATARAM Ngayogyakarta, di Kagungan Dalem Bangsal KEMANDUNGAN, karaton Ngayogyakarta Adiningrat,  16 Januari 2019.

Tampak yg sedang mengenakan peci-hitam adalah KRT. H. Jatiningrat, SH. cucu alm. Sri Sultan HamengkuBuwono ke-VIII yang sekaligus menjadi penghageng di Tepas DWARAPURA Karaton Yogyakarta.

Di tengah mengenakan baju bergaris, adalah Kanjeng Joyodipuro, pengurus "GANDHEWA MATARAM", klub jemparingan-mataraman yang beranggotakan para Kanjeng & Abdi-Dalem Kraton Yogyakarta.

Yang sedang meng-gladhi adalah Alm. Kanjeng Praja, salah-satu penggladhi (pelatih) panahan di Kraton. Beliau sedang mengajarkan filosofi jemparingan mataraman gagrag Karaton Ngayogyakarta Adiningrat. 

----


.
Admin  www.Jemparingan.Com (depan sendiri berkaos tulisan LANGENASTRO), menjadi salahsatu peserta acara tersebut, mewakili klub Paseduluran Jemparingan LANGENASTRA, Yogyakarta


Sejarah jemparingan muncul di Yogyakarta
.
Atas ijin KRT. H. Jatiningrat, SH. selaku penghajeng klub jemparingan-mataraman Karaton Ngayogyakarta Adiningrat : "GANDHEWA MATARAM",
sekarang masyarakat umum / non Abdi-dalem juga diperkenankan belajar PANAHAN di kraton Yogyakarta.
.
.

PERLU DIKETAHUI :

Di luar kraton Yogyakarta, banyak juga teknik panahan yg mirip gagrag / gaya kraton dg memegang busur gendhewa secara horisontal juga, seperti "
  • jegulan : Jatinom Klaten
  • paseran : Tulungagung
  • pajher : Madura
  • rancatan : Cirebon, Kuningan
  • dll
Yang membedakan adalah : dalam belajar jemparingan-mataraman gagrag keraton Yogyakarta, TIDAK HANYA dilatih skill memanah saja, tapi juga adat-istiadat, sopan-santun, etika, dan budaya Jawa Mataram.
Di daerah-daerah mataraman di luar kraton, lebih diutamakan ke skill memanahnya saja.
.
.
.

Monday, May 29, 2017

Jemparingan Jogja di Sambilegi - Bpk.Kris Panahan [2]

JEMPARINGAN JOGJA di SAMBILEGI




Kamis 25 Mei 2017 lalu saya berkesempatan mengikuti GLADEN ALIT di Sambilegi, Jogja

Kamis, 25 Mei 2017 ... telah resmi berdiri Paseduluran Jemparingan Sambilegi.
Membuka seremoni kegiatan gladhen jemparingan pertama yg digelar - pak Dukuh Sambilegi, pak Agung Sumedi mewakili Paseduluran Jemparingan Langenastro @langenastroyk dan pak RW melepas anak panah pertama sebagai tanda resminya Paseduluran Jemparingan Sambilegi berdiri.

Selamat untuk dulur2 pemuda dan pemudi Sambilegi yg telah mengawali kegiatan seni tradisi jemparingan ini. Mudah2an dengan hadirnya kalian - seni tradisi jemparingan mendapatkan suntikan energi baru dan ide-ide segar untuk pengembangan dan pelestariannya.


jemparingan, jemparingan solo, jemparingan jogja, jemparingan mataraman,
jemparingan adalah, jemparingan siliran, jemparingan wonogiri, jemparingan klaten, jemparingan wonogiren, jemparingan pakualaman, jemparingan langenastro, Sambilegi



Lihat foto lainnya >>  1  2  3


klaten