Friday, June 23, 2017

Filosofi Jemparingan Mataraman Jogja - www.AyahKRIS.com (2)

Filosofi Jemparingan 

Filosofi dalam jemparingan gaya Mataraman yaitu : pamenthanging gandewa pamanthenging cipta.
Bahwa membentangnya busur seiring dengan konsentrasi yang ditujukan pada sasaran yang dibidik.

Kerajaan Mataram, terlebih Keraton Yogyakarta memaknai jemparingan tidak hanya sekedar berolahraga, melainkan juga untuk olah rasa menumbuhkan watak kesatria. Watak kesatria yang dimaksud adalah sawiji, greget, sengguh, dan ora mingkuh. Sawiji berarti berkonsentrasi, greget berarti semangat, sengguh berarti rasa percaya diri, dan ora mingkuh berarti bertanggung jawab.
Sehubungan dengan tujuan pembentukan watak sawiji maka jemparingan tampak sangat berbeda dengan panahan lain yang berfokus pada kemampuan untuk membidik target dengan tepat. Pemanah jemparingan gaya Mataram tidak hanya memanah dalam kondisi bersila, tetapi juga tidak membidik dengan mata saja melainkan dengan hati (manah).



Filosofi lain dalam jemparingan gaya Mataraman yaitu : pamenthanging gandewa pamanthenging cipta. Bahwa membentangnya busur seiring dengan konsentrasi yang ditujukan pada sasaran yang dibidik. 

Semakin seseorang tenang, semeleh, dan tidak banyak pikiran, maka semakin ajeg (selalu sama) hasil panahanya. Dengan kata lain, hasil-hasilnya tidak akan jauh dari sasaran yang dituju. 

Dalam kehidupan sehari-hari, filosofi tersebut memiliki pesan agar manusia yang memiliki cita-cita, hendaknya berkonsentrasi penuh agar dapat mewujudkannya. 





Bagi yg ingin belajar privat atau kelompok, bisa menghubungi :
mas Adji-LA >> no.Hp / WA : 0856 2963 315
Atau bagi ANDA yg ingin membeli peralatan panahan jemparingan, bisa langsung menghubungi Ayah KRISLA di no.Hp/WA : 083867684151