Friday, June 23, 2017

JEMPARINGAN MATARAMAN - www.AyahKRIS.com (3)

JEMPARINGAN MATARAMAN


 JEMPARINGAN MATARAMAN

Jemparingan berasal dari kata jemparing yang berarti anak panah. Busurnya disebut dengan gandewa, sedang sasarannya bukan lingkaran melainkan silinder kecil yang disebut wong-wongan atau bandulan. Idealnya, tiap gandewa dan jemparing disesuaikan dengan ketinggian badan dan lebar rentang tangan pemanah.
Jemparing terdiri dari deder (batang anak panah), bedor (mata panah), wulu (bulu pada pangkal panah), dan nyenyep (pangkal dari anak panah). Sedangkan Gandewa terdiri dari cengkolak (pegangan busur), lar (bilah di sisi kanan dan kiri cengkolak), dan kendheng (tali busur yang dikaitkan ke ujung lar). Untuk sasaran yang berupa bandul atau wong-wongan, berbentuk silinder tegak sepanjang 30 cm. Sasaran dengan diameter sekitar 3 cm tersebut memiliki tiga warna, mencitrakan orang yang sedang berdiri. Warna merah bernilai tiga, warna kuning bernilai dua, dan warna putih bernilai satu. Apabila anak panah mengenai bola kecil yang berada di bawah bandulan, pemanah akan mendapat pengurangan nilai. Selain itu, di bagian atas digantung lonceng kecil sebagai penanda jika ada jemparing yang mengenai bandulan.
Pada saat berlangsung perlombaan jemparingan, pakaian yang dikenakan adalah pakaian layaknya Abdi Dalem. Putra memakai jarik wiron engkol, peranakan, dan blangkon. Sedangkan putri memakai jarik nyamping wiru, janggan cemeng (hitam) dan bersanggul tekuk tanpa aksesoris. Warna biru dan hitam pada busana-busana ini melambangkan ketegasan, kesederhanaan, dan kedalaman. 


Foto sebelumnya  |  HOME



Sumber : https://web.facebook.com/407135259490406/photos/pcb.605252336345363/605252119678718/?type=3&theater